MUHASABAH MALAM

MUHASABAH MALAM

Malam ini saya membaca catatan-catatan yang pernah saya simpan. Ada sebuah catatan yang membuat diri ini tak ada apa-apanya jika dikaji lebih dalam. Sore tadi saya posting tentang confirmasi teman. Bukan maksud saya untuk tidak mengkonfirmasi semuanya. Tapi ini semua saya lakukan karena saya belum bisa mengikhlaskan masa lalu yang pernah terjadi di masa silam. Muak dengan orang-orang yang tidak bisa menghargai kretifitas seseorang. Amati, tiru, dan modifikasi, itulah yang menjadi landasan dan pedoman untuk melakukan hal itu. Awalnya saya berfikir kok begitu sih. Kenapa nggak saling mengangkat satu sama lain. Contohnya, belajar dari A kenapa nggak bilang aku pernah belajar dari A, tapi karena ingin mengejar popularitas, akhirnya pemikiran orang pun diambilnya dan mengakui kalo itu hasil pemikirannya. Memang benar setiap manusia butuh pengakuan, butuh sanjungan, butuh personal branding dan lain sebagainya. Manusiawi? Iya memang manusiawi karena kita memang bukannya malaikat.

Maksud hati ingin mengajak maju bersama menghargai karya satu sama lainnya. Namun yang ada hanya kekecewaan yang dirasa. Itu semua karena diri ini belum ikhlas, karena diri ini melakukan itu karena ingin mendapat sanjungan dari manusia yang lainnya. Namun malam ini, saya sadar kalo ingin sharing, sharing aja. Nggak usah dipikirkan mau tulisannya atau idenya diambil orang. Itu biarkan saja. Tapi kan bisa dimanfaatkan orang dan bisa jadi pundi pundi uang? Iya… Itulah seninya belajar ikhlas. Mau banyak orang like, mau banyak orang membagikan, itu hanyalah action yang dapat mendekatkan diri ini ke sifat kesombongan.

Tulisan ini memang menyentil sekali. Saya pribadi bukanlah siapa-siapa yang bisa merubah sifat dan pribadi seseorang. Yang bisa merubah hanyalah diri pribadi seseorang itu sendiri.
Semoga kisah ini bisa merubah diri ini menjadi lebih baik.
***
Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan baiknya kalau dia seperti aku!”.

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu tenggelam di tepi sungai. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas.

Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan. Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang”.

Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Lelaki itu berkata padanya,
“Tuan, perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak”.

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan”.

Lelaki itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan”.

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati, bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Jika Allah membukakan pintu sholat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak.

Jika Allah membukakan pintu puasa sunah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunah.

Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunah itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita. Ilmu Allah amatlah luas. Jangan pernah meninggikan diri dan sombong pada amalanmu.

Semoga kita terhindar dari sikap bangga diri, sombong, ujub dengan amalan kita sendiri. Sekali2 jangan pernah berkata, “Aku lebih baik dari pada kamu”.

MENCARI ILMU ATAU NGELMU?

Pengen Ilmu Atau Ngelmu?

Kenapa ada orang biasa tapi digugu ucapannya?
Kenapa ada orang kelihatannya hebat tapi nggak digugu ucapannya? Kenapa ada guru yang digugu dan ditiru? Dan kenapa ada guru yang nggak digugu dan nggak ditiru?

Sebetulnya itu semua karena datang dari hatinya. Bersihnya hati membuat segala ucapannya mampu menghipnotis dirinya sendiri serta orang lain.

Suatu misal seperti ini, ada seseorang memiliki kemampuan untuk menerima segudang teori ilmu. Tapi ketika disampaikan kepada orang lain, orang lain ternyata mental tidak mempraktekkannya. Ada seseorang yang tidak pandai dalam hal teori, tapi ketika memberikan sebuah ilmu banyak orang yang mempraktekkannya.

Pertanyaannya, mau ilmu atau ngelmu? Ilmu itu adalah cahaya. Kenapa orang terdahulu bilang al-ilmu Nuurun. Ternyata benar ilmu itu Bisa masuk kalo kita memberikan cahaya kepadanya, jadi kalo disamakan dengan ilmu metafisika bahwa cahaya itu bisa masuk kedalam ruang gelap ketika ada cahaya, walaupun kenyataanya memang cahayanya itu kecil adanya.

Beda dengan orang yang pengen ngelmu. Semua dimasukkan, semua dipahami tapi tidak dipraktekkan. Mereka belajar ngelmu hanya untuk menjawab sebuah pertanyaan dan ketika bisa menjawab akan dikira dirinya pintar. Beh… Syetan memang punya segala macam cara untuk membolak-balikkan hati ini. Naudzubillah min dalik.

Saya pernah memiliki beberapa guru yang menurut saya memang pantas saya jadikan guru. Walupun kenyaatannya seorang anak kecil yang lugu tapi berucap dengan segala kebenarannya. Karena bagi saya seorang guru itu harus bisa memahami murid-muridnya. Selalu mengajak kebaikan bukan kerusuhan.

Saya lebih senang memiliki seorang guru yang rendah hati, yang selalu menjaga lisannya, dan tak pernah berusaha menyakiti perasaan hati muridnya. Dan ketika muridnya salah, ia akan menegur dengan ke-ilmuannya.

Contoh, pernah guru saya bercerita dalam sebuah perjalanan ke pasuruan. Berkunjung ke makam abahnya dan kakak ipar beliau yaitu Yi Hamid Pasuruan. Yai bilang, “pernah ada seorang murid dari kak Hamid yang jarang solat, nakal, bandel, sukanya main. Kakak Hamid memanggil murid tersebut dan langsung memberikannya sarung. Cara beliau begitu halus, walaupun kenyatannya memang pada saat itu si murid tidak langsung mengerjakan sholat. Tapi setelah lama kelamaan si murid tergugah hatinya dan memperbaiki diri menjadi lebih baik. ”

***

Sebetulnya mendapat sebuah ilmu itu mudah, bisa mengambil dari siapa saja. Buktikan dan rasakan maka ilmu itupun masuk kedalam sukma. Makanya tidak jarang ketika ilmu selalu dilogikakan sebagian banyak orang yang mental. Karena memang ada beberapa ilmu yang nggak bisa dilogikakan dengan akal.

Saya sendiri termasuk orang yang nggak gampang memiliki seorang guru. Dalam guru spiritual contohnya. Karena memang awalnya saya berguru dengan abah yai kala itu. Sampai sekarang saya belum menemukan sosok seorang guru yang karismatik dan tawaduk seperti beliau.

Kalo temen-temen punya sosok guru yang begitu tawaduk, nggak cinta dunia, justru malah dunia cinta dia. Boleh referensikan ke saya, saya ingin menimba ilmu kepadanya. Karena saya lagi mencari sosok guru yang bisa ngemong diri saya.

makanya dalam hal ini dalam mencari sebuah ilmu kita tak sepantasnya melihat sebelah mata.  Karena guru sejati dalam hidup ini adalah hati kita sendiri.

HAKIKAT IKHTIAR

Terlalu asik menulis catatan-catatan di facebook akhir-akhir ini. Hingga saya lupa ternyata saya memiliki sebuah blog yang sudah lama tidak terisi dengan celoteh-celoteh ala mas Amrul.

Ada beberapa hal yang ingin saya tuangkan isi dari pemikiran-pemikiran yang selalu menumpuk dalam otak ini.

Kadang saya berfikir, kenapa manusia harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan kertas berangka yang nominalnya bernilai dari angka nol di belakangnya. Semakin angka nol di belakang banyak, maka semakin senang orang yang mampu memilikinya.

Siapa sih yang nggak senang jika berlimpahan harta? Siapa sih yang nggak senang dengan rumah megah? Siapa sih yang nggak senang punya mobil mewah?

Tapi apakah itu menjamin ketika semua itu didapatkan mereka akan bahagia? Jawabannya, belum tentu.

Karena kebahagian itu kadang tidak bisa diukur oleh materi yang mereka punya.

Banyak orang bilang, bahagia itu simple dan tak bisa diukur dengan harta. Tapi kenapa mereka masih gencar-gencaran mencari uang?

Sampai-sampai mereka selalu memposting iklan gencar-gencaran.

Jika memang qualitas iklan kita bagus, dan ini dijadikan sebagai wujud ikhtiar. Kenapa harus diulang ulang,? Kenapa nggak langsung di pasrahkan saja? Padahal kalo sudah diikhtiarkan. Padahal agam pun sudah mengajarkan, kalo sudah berikhtiar harusnya tinggal dipasrahkan saja bukan?

Anehnya, kenyataanya bukan seperti itu. Justru malah ikhtiarnya semakin dibesar-besarkan. Padahal seandainya, yakin saja. Setelah ikhtiar dilakukan maka apapun hasilnya ya itu memang milik kita.

 

 

 

 

DI DALAM KEBAIKAN TERDAPAT SETITIK KESALAHAN, DI DALAM KESALAHAN TERDAPAT SETITIK KEBAIKAN

Sebuah perjalanan kehidupan. Pernah saya mendengar bahwa manusia diciptakan dengan sempurna. Manusia memiliki anggota tubuh yang sempurna, akal yang cerdas, dan ruh yang selalu menemani dalam perjalanan hidup di dunia.

Pertanyaannya, kenapa ada manusia yang terlahir dengan tidak sempurna? Mohon maaf, katakanlah saat lahir manusia tersebut terlahir dalam kondisi cacat fisik yang mengakibatkan terlihat tidak sempurna.

Apakah itu takdir ataukah itu sudah jadi nasib orang tersebut?

Pernah saya diberikan kesempatan bertemu dengan seorang yang beragama berbeda dengan saya. Dia berpegang dengan keyakinan dewa.

Dia adalah pemandu saya pada saat edisi wisata ke pulau Dewata. Yang banyak orang mengenal dengan sebutan surganya Indonesia.

Mengisi kekosongan dalam perjalanan menuju destinasi tempat yang menjadi ikon mata uang 50 ribu sebelum pergantian uang saat ini. Dasarnya saya orangnya suka tanya atau istilah sekarang disebut dengan kepo. Saya bertanya tentang kepercayaan yang dia pegang. Awalnya sebelum bertanya, saya sempat khawatir tentang pertanyaan saya. Karena nggak semua orang suka dikepoin. Tapi dasarnya saya orangnya memang nggak tahanan, sangking keponya sayapun beranikan diri untuk bertanya. Dan untungnya orangnya terbuka. Sehingga obrolan demi obrolan mengalir dengan sendirinya.

Mulai dari pertanyaan saya “Beli…menurut beli Made hukum energi itu seperti apa?”

Sambil nyetir belipun menjawab, “hukum energi adalah berbanding lurus. Mas.

Dalam agama saya, hindu. Tidak ada yang menganjurkan untuk berbuat jahat ataupun negatif.

Kami memiliki banyak tingkatan dewa mas. Diantaranya ada dewa baik dan dewa buruk.

Dalam kepercayaan kami, ketika seseorang ingin mewujudkan harapannya, contohnya ingin kaya, mas. Seseorang yang menyembah dewa jahat lebih mudah untuk dikabulkan hajatnya.

Tapi mas pernah dengar tentang rengkarnasi? ” Sambil menoleh dan melihat wajah saya dengan senyum manisnya.

Sayapun menjawab dengan membalas senyum padanya “pernah beli, emang kenapa?”

“Mas, rengkarnasi adalah proses dilahirkannya kita kembali di dunia.

Mas, Seseorang yang menyembah dewa buruk ketika hajatnya dikabulkan, jelas akan enak hidupnya sekarang ini, namun dikehidupan setelahnya atau akan datang hidupnya belum tentu baik. Hukum sebab akibatpun kuat untuk hal ini, Mas.

Sama halnya dengan hukum energi, ketika memberikan energi positif yang akan diterima kembalipun eneregi positif, begitupun sebaliknya.

Kenapa ada orang cacat ketika lahirnya? Itu akibat ulah manusia sendiri mas. Dalam kepercayaan kami, ketika manusia berbuat buruk di dunia. Mereka akan melewati beberapa proses, seperti proses penyiksaan dan lain sebagainya. Setelah melewati proses, mereka dihidupkan kembali dengan kondisi yang berbeda. Yang awalnya semasa hidupnya dalam kondisi sempurna, namun tidak dipergunakan dengan semestinya. Maka mereka akan mengalami proses penyiksaan dan terlahir kembali menjadi tidak sempurna.

Makanya, kita dianjurkan berbuat baik kepada sesama. Karena itu semua akan kembali lagi pada diri kita.”

Tak ada agama yang menganjurkan untuk berbuat tidak baik kepada sesama. yang nggak baik adalah pikiran dan perbuatan diri sendiri.

Me and beli Made

#ngajidiri

FB_IMG_1484337703539.jpg

KUTUKAN IBU

Genap sudah 100 hari kau meninggalkan kami ibu. Genap juga 100 kali bacaan surat Yasin dan doa untukmu. Semoga aku bisa Istiqomah dan nantinya kita bisa berkumpul kembali di surga firdaus bersamamu.

Karena mati tak bisa dihindari, tak bisa mungkin kita berlari, yang jauh menghampiri, tinggal menunggu saat nanti, karena kita semua akan mengalami.

Jujur ibu, berat rasanya menulis ini. Dadaku benar-benar sesak. Ingin rasanya menumpahkan bendungan air mata ini. Tapi aku tak ingin itu ibu. Karena aku yakin kau di sana sudah mendapatkan tempat yang paling indah bersama kekasih haqiqimu. Ibu, sungguh sayogjanya aku masih ingin mendapatkan belaian kasih sayangmu. Ibu maafkan aku, air mata ini tak bisa dibendung lagi.

Karena semakin menyebut kata ibu, mengingatkanku atas jasa-jasamu. Kau begitu mengerti tentang diriku. 10 tahun aku selalu tidur bersamamu. Selalu menasehati ku, selalu menguatkan ku, dan selalu mendoakan ku.

Apalagi ketika disaat aku jauh darimu.d an kau tahu dengan kondisiku saat itu. Dan tak henti-hentinya kau mendoakanku, kau mau puasa dihari lahirku, dan sampai-sampai mengutuk ku agar aku bisa berhasil melewati semua itu.

Kini, ketika aku sudah mulai bisa melewati proses demi proses. Ternyata, lebaran kemaren adalah pertemuan kita terakhir, setelah kita kumpul bersama, makan bersama, dan melihat wajah raut bahagia serta senyum ikhlasmu kepada anakmu.

Ibu terima kasih untuk semua. Aku sayang ibu. Selamat bersenang-senang ibu dengan bidadari-bidadari dari surga untukmu. Semoga aku bisa sepertimu, dan guru-guru ku. Banyak orang menangis dan selalu bercerita tentangmu. Karena sosok baik, tulus, ikhlas, seta banyak manfaat dengan orang-orang yang mengenalmu.

Kudus, 8 Januari 2017

Catatan ke 22

NEED

Bismillah…Allahumma Sholli Ala Muhammad.

Kemaren saya menulis tentang arti dari sebuah NEEDS. Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, ijinkan saya menuliskan prolog terlebih dahulu.

Kemaren itu. Saya ditelepon oleh salah satu sahabat saya. Walaupun masih muda. Ia mampu menerukan usaha yang dikelola oleh ayahnya. usaha yang bergerak dibidang kontruksi ini mampu menciptakan omset 3M perbulan. Angka yanh fantastik. Namun, tak disangka. Walaupun sudah terpenuhi semua kebutuhannya. Ia masih terbelenggu dengan keinginnan sendiri yang begitu besar. Ingin memiliki usaha baru tapi isntan. Padahal usaha ini sebetulnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. ya, beginilah jika seseorang belum mengenal NEEDS yang sebenarnya.

Berbicara jaman dahulu. Nasi adalah kebutuhan yang mendesak untuk melangsungkan hidup. Namun, sekarang ini, nasi sudah tidak jadi kebuthan lagi. yang jadi kebutuhan adalah rumah mewah, mobil mewah, serta status soial.

Lalu hari ini kamu mau nulis apa? lama banget ah…

Saya sudah tidak sabar baca tulisan kamu lagi. yang isinya tuh daging semua. bikin otakku menerima dan sadar akan sebuah kemakmuran.

Sabar sahabat. Tulisan ini aku husus persembahkan untukmu.

Begini sahabat. Pernahkah Anda ingin melakukan sesuatu tapi tidak pernah terjadi? Misalnya ingin sehat, tetapi di hadapan Anda selalu makanan enak, berkolesterol dan lemak. Ingin menabung, tetapi selalu ada saja penyebab uang keluar dari kantong? itulah servo Anda, yaitu suatu proses loop tertutup untuk mengoreksi proses secara terus menerus agar tetap dapat menuju ‘target’ yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, peluncuran peluru kendali menerapkan teknik servo mechanisnm, di mana ketika target telah ‘dikunci’ maka gerakan peluru yang mulai melenceng akan direvisi ulang sehingga kembali menuju arah semula, proses revesi ini berlangsung terus menerus, sampai dengan akhirnya peluru kendali tepat mengenai sasaran yang telah ditetapkan. Apa hububgannya dengan prilaku manusia? sangat berhubungan erat.

Dr. Maxwell dalam sebuah karyanya Psychocybernetics yang menyoroti peran besar dari self image dalam kesuksesan seseorang, memperkenalkan penggunaan istilah ‘servo mechanism’ ini untuk menggambarkan gerakan kecenderungan manusia. Pada dasarnya dalam kehidupan ini. Setiap orang bergerak dengan prinsip servo mechanism alias terus menerus melakukan koreksi hingga sesuatu yang digariskan terjadi, di mana proses koreksi ini berlangsung dengan melibatkan seluruh kesadaran holistik manusia (Conscius dan Unconscius). Jika seseorang sudah digariskan untuk sial, maka apapun yang terjadi, cepat atau perlahan tapi pasti. Maka proses servo mechanism akan menuntun seseorang untuk menuju ke kondisi sial ini tanpa bisa ditolak sama sekali.

Demikian juga jika seseorang sudah ‘digariskan’ untuk ‘BERUNTUNG’, maka servo mechanism ini dengan mudah akan membawa ke keadaan yang seharusnya  yaitu “beruntug”! semua yang akan kita alami dalam hidup ini, telah digariskan. Suka atau tidak suka servo mechanism akan membawa kita ke  sana dengan cara yang sangat cerdas, bahkan dengan cara yang seringkali tidak terduga.

Jadi kini menjadi lebih jelas! jika suatu saat kita berkeinginan untuk mencapai sesuatu (yang biasanya adalah hal-hal yang indah dan menyenangkan), lalu dalam perjalanannya seakan-akan kita sudah mendekati hal tersebut, tetapi tiba-tiba di bagian akhir semuanya berbelok 180 derajat, maka jangan menyalahkan siapapun. karena servo mechanism dalam diri kitalah yang berkerja. loh?

***

Kembali ke prolog tadi, cerita sahabat saya ini. Dari awal saya melihat ia tercipta menjadi seorang milyarder yang mampu memenuhi kehidupannya. Tapi karena servo-nya yang ia buat. Ia mau kembali lagi di masa-masa sulitnya dulu. so hati-hatk dengan servo mechanism ya.

Lalu artinya, apakah hidup kita sudah digariskan? apakah kita tidak bisa keluar dari garis ini? Apakah ini yang disebut dengan nasib atau takdir atau apapun istilah yang sejenis? tentu saja tidak! Pembahasan ini tidak ada sangkut-pautnya dengan nasib dan takdir. yang jelas sudah memiliki ahli tersendiri untuk membahasnya.

Pembahasan ini adalah justru akan menyadarkan kita bahwa kita adalah pembuat garis yang dimaksud dan tentu saja kita pula yabg dapat mengubahnya! tentu saja jika Anda percaya dan berminat, maka tulisan berikut akan bermanfaat dan mungkin dapat memberdayakan hidup Anda. Tetapi jika Anda termasuk dalam kelompok skeptis yang lebih nyaman dengan belief bahwa manusia hanya dapat menerima sesuatu yang sudah tidak dapat diubah lagi, maka tentu tulisan ini sama sekali tidak akan bermanfaat bagi Anda, bahkan mungkin tulisan ini cenderung akan membuat Anda semakin tidak nyaman, karena mungkin Anda akan menjadi lebih berdaya.

Cukup sekian dulu, nanti disambung. takut kepanjangan dan bosen. hehe.

Jika menurut sahabat ini bermanfaat bagi teman, saudara, atau sahabat lain. silahkan di share. sampai jumpa ditulisan berikutnya.

received_149626352175597

 

 

 

 

KAU ADALAH KEMUNGKINAN YANG SELALU KU AMINKAN

Bismillah… Allahumma Solli Ala Muhammad

Tiada hal yang tidak mungkin terjadi di dunia ini kecuali atas kehendak Allah.
“Tidak mungkin” adalah rasa ketidakpercayaan manusia terhadap kuasa Allah.
Jika Allah telah menghendaki suatu hal terjadi, pasti akan terjadi,
Karena bagi Allah apapun bisa terjadi atas kuasaNya.

Begitupun kita, selaku manusia biasa.
Ketika kita menyukai suatu hal,
seperti misalnya saat kita menyukai seseorang,
Saat apa yang kita inginkan tak sesuai dengan apa yang kita harapkan,
Saat segala upaya telah dilakukan,
Namun tak juga mendapat hasil seperti yang diinginkan.

 

Terkadang tumbuh rasa kurang percaya diri dengan mengatakan “dia takkan mungkin kudapatkan”
Dari sanalah tanpa kita sadari, kita tak mengakui kekuasaan Tuhan.

Siapa kita bisa secepat itu menilai?
Apa kuasa kita sampai bisa cepat mengambil kesimpulan?
Apakah kita tau takdir kita yang telah Allah gariskan?
Apakah kita tau akan seperti apa kehidupan kita saat ini, di kemudian hari, ataupun dimasa yang akan datang?

Kita tidak akan tau.
Kita bukanlah siapa-siapa
Kita tidak punya pengetahuan apa-apa.
Hanya Allah lah yang Maha Tau segalanya.
Akan seperti apa hidup kita.
Akan bagaimana hidup kita.
Dan akan sampai kapan hidup kita.

Berdo’alah untuk suatu hal yang memang kau inginkan.
Yakinkanlah hatimu bahwa apa yang kau mau adalah suatu kemungkinan untuk kau dapatkan.
Percayalah pada Allah,
mintalah kepadaNya agar senantiasa memberimu kemudahan,
Serta memberimu kesempatan untuk memiliki ataupun mendapatkan apa yang kau inginkan.

Jika belum juga kau dapatkan,
Jangan secepat kilat hati menilai bahwa Allah tak memberi apa yang kau inginkan,
Berprasangka baiklah kepadaNya,
Allah bukan tidak memberi/mengabulkan,
Hanya saja Allah sedang menundanya.

Percayalah Allah akan memberikannya.
Walau tidak dia yang selalu kau minta dalam setiap do’a.
Tetapi Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik darinya.

Ingatlah satu hal.
Allah memberi apa yang kau butuhkan, bukan apa yang kau inginkan,
Karena Allah lebih tau, mana yang terbaik untukmu.
Berdo’alah dalam hatimu.
“kau adalah kemungkinan, yang selalu ku aamiinkan”

 

KAYA ITU PILIHAN

Bismillah…

Allahumma Sholli Ala Muhammad

Seperti biasa sebelum mengawali tulisan ini, aku berusaha membiasakan diri untuk di awali dengan membaca bismillah dan sholawat. Semoga Allah memberikan kemudahan dalam berfikir dan menulis dengan hati.

Wahai sahabat pembaca semua. Sebelum Anda benar-benar menyelami dan membaca catatanku ini. Fokuslah pada apa yang akan Anda baca. Karena catatan ini mengandung fase awal yang mengandung fase kritis. Yaitu proses take off. Sekarang, kecangkan sabuk pengaman Anda. Dan mulailah berdoa sebelum pembaca ikut dalam perjalananku ini.

Perjalanan yang akan membawa dan membangun kemakmuran bersamaku. Dari pengalanan dan pelatihan yang pernahku dapatkan langsung dari guru-guru hidupku.

Satu pertanyaan yang sederhena bagiku dan para sahabat. Namun pertanyaan ini, ketika kita salah menjawabnya, maka berpengaruh dengan pola mindset kita.

Jadi gak sabar ya? pertanyaan apakah itu? hahahaha

sabar, sekarang aku akan bagikan beberapa ilmu yang pernah aku dapatkan sehingga kita bisa bersama-sama membangun kemakmuran.

KENAPA ORANG HARUS KAYA???

Kaya, sebagian menganggap kaya itu harus, sebagaian lainnya menganggap kaya itu hal yang tidak perlu dikejar lantaran lebih kepada mencintai dunia. Namun, aku pribadi ingin menjawab pertanyaan tersebut. Kenapa orang harus kaya? Kenikmatan yang paling tinggi adalah kita mampu berdaulat. Berdaulat dengan diri sendiri. Kalau misalnya dalam waktu 24 jam sehari, delapan jam hidup Anda berikan buat orang lain, itu artinya Anda belum berdaulat penuh.

Seperti ini, dari 100 orang semuanya pasti menyatakan bahwa hal yang paling dinomorsatukan adalah Tuhan, lalu nomer dua adalah keluarga, dan barulah nomer tiga adalah pekerjaan. Tapi kenyaataannya? Nomor satu pekerjaan,nomer dua keluarga, dan Tuhan dilupakan. Itu karena kita belum berdaulat penuh dengan diri sindiri. Lalu berdaulat itu seperti apa? Selama NEEDS kita sudah terpenuhi, artinya kita sudah berdaulat. Sekali lagi, NEEDS atau kebutuhan bukan WANTS atau keinginan. Selama kebutuhan kita sudah terpenuhi, kita berdaulat. Tapi kalo keinginan, itu nggak bakal ada abisnya. Jadi, kebutuhan yang dipenuhi bukan keinginannya.

ok…sampai di sini, masih sanggup take off yang lebih tinggikah? sudah tahu jawabannykan? selama ini yang lebih dominan yang mana nih NEEDS kah atau WANTS kah? silahkan sahabat renungkan dan jawab sendiri.

Masih belum bisa  jawab??? susah banget ya? baiklah, aku kasih contohnya ya.

Kebutuhan itu seperti ini, Anda misalnya tinggal di Bekasi. Kebutuhan Anda untuk menuju ke tempat pekerjaan di Jakarta adalah transportasi. Artinya yang Anda butuhkan adalah transportasi. Lalu keinginannya adalah memiliki motor, mobil atau Ferrari. Nah itu tergantung pada keinginan Anda. Keinginan itu memang tidak ada habisnya. Anda misalkan sudah memiliki kendaraan untuk berangkat kerja, tetapi masih ingin mobil mewah yang baru, itu yang namanya keinginan.

Lalu jika Anda bertanya kepadaku, apakah NEEDS ku sudah terpenuhi semua? jawabannya adalah belum. hahahaha

Aku masih mempunyai NEEDS yang belum terpenuhi. Nah, kalo ngomongin masalah NEEDS aku, nanti aku sambung lagi aja ya. takut bosen bacanya… hahaha. Insyallah, aku mau sharingkan semua. daging deh ilmu-ilmunya.

images-3

 

 

 

MAS AMRUL BERKICAU

Bismillah…Allahumma Solli Ala Muhammad

“Salah satu cara yang bisa mempengaruhi sebuah hati adalah lingkungan”

Untukmu wahai sahabat pembaca semua.

Hari Ahad ini, Alhamdulillah bisa bertemu dengan para sahabat yang memberikan semangat vibrasi yang dahsyat.

Sehingga hari ini kepala saya dipenuhi dengan banyaknya kata-kata yang harus ku tulis di atas Kanvas dengan pena.

Wahai sahabatku. Belajar mendengarkan yang baik yuk. Sebelum kau menjadi orang hebat nantinya atau suami yang baik untuk keluargamu.

Gak banyak orang yang memiliki ketrampilan dalam mendengarkan. Hampir rata-rata semua pengennya didengarkan. Bukan saya pribadi lho yang menyatakan ini. Tapi ini berdasarkan data dari 100 orang yang pernah saya pernah tanyai.

Lalu ketrampilan seperti apa yang perlu kita latih?

Ya, Latihlah Keterampilan Mendengarkan Curhat

Salah satu keterampilan yang harus dipelajari sahabat sebelum menikah atau menjadi seorang pemimpin.

Sebagai calon suami adalah wajib hukumnya memiliki keterampilan mendengarkan curhat menurut saya.
Karena ada sebagian suami yang memang tidak pandai mendengarkan curhat, apalagi curhatan istrinya.

Sebagai seorang suami, saya pribadi belajar mendengarkan curhatan seorang istri.

Wahai sahabatku, yang sudah menjadi suami atau akan menjadi suami.

Mungkin Anda pernah mengalami hal ini atau menemukan seorang suami mendengarkan curhatan teman kerjanya sangat pintar sekali.

Tetapi mendengarkan curhatannya istri,
komentar-komentar yang sering ada dibenak suami adalah,
“gitu aja diceritain pentingnya di mana?”Yang sering muncul kelak,

“itu cerita berapa kali, ini sudah cerita yang ke empat kalinya”

Ketika kelak istri curhat,
anggaplah betapa pentingnya urusan itu,
sebab nanti bisa jadi akan membawa konflik.Anggaplah itu sangat penting meskipun diulang berkali-kali.

Merasalah bahwa itu adalah cerita yang pertama dan antusiaslah untuk mendengarkannya.

MasyaAllah,
Inilah yang menjadi benteng yang kelak dapat mengancam keutuhan rumah tangga,
Jadilah suami pendengar yang baik,
menyimak dengan nikmatnya.

Tidak mudah memang dan latihannya memang berat.

Banyak rumah tangga terjadi konflik bukan karena kurangnya cinta.
Tapi karena kurangnya ilmu tentang cinta,
dan salah satu ilmunya adalah ilmu mendengarkan dan menyimak tangis sang istri.

Lelaki itu kalau sudah jadi suami jangan bilang :
“buat apa nangis karena nangis gak akan nyelesaikan masalah.”
Ini berpotensi terjadi konflik, 😯

***

Wahai sahabatku…

Ketahuikah,  lelaki yang dipuja oleh wanitanya biasanya tidak menyuruh menghentikan tangisan,
apa lagi bertanya buat apa nangis.
Lelaki yang akan dipuja wanitanya adalah
dia yang menyediakan tempat paling nyaman untuk menangis sampai tuntas dibahu dan
disandarannya.

Bahayanya ini adalah bila sahabat sebagai lelaki tidak menangani tangisnya,
maka dia bisa jadi akan menangis pada lelaki lain.
Wanita itu selalu mencari telinga untuk mendengarkan curhatnya
Kalau sahabt tidak dengarkan curhatnya kelak,
maka dia akan cari telinga lain.
Maka ini adalah keterampilan penting bagi  sahabat para lelaki

#sekedar_berkicau&maaf_jika_ada_salahkata

,” 😅
Yang sering muncul kelak,,,
“itu cerita berapa kali, ini sudah cerita yang ke empat kalinya,,, 😅

Ketika kelak istri curhat,,,
anggaplah betapa pentingnya urusan itu,,,
sebab nanti bisa jadi akan membawa konflik,,,
Anggaplah itu sangat penting meskipun diulang berkali-kali,,,
Merasalah bahwa itu adalah cerita yang pertama dan antusiaslah untuk mendengarkannya,,,

masyaAllah,,,
Inilah yang menjadi benteng yang kelak dapat mengancam keutuhan rumah tangga,,,
Jadilah suami pendengar yang baik,,,
menyimak dengan nikmatnya,,,
dan latihannya memang berat,,,

Banyak rumah tangga terjadi konflik bukan karena kurangnya cinta,,,
Tapi karena kurangnya ilmu tentang cinta,,,
dan salah satu ilmunya adalah ilmu mendengarkan dan menyimak tangis sang istri,,,

Lelaki itu kalau sudah jadi suami jangan bilang :
“buat apa nangis karena nangis gak akan nyelesaikan masalah.”
Ini berpotensi terjadi konflik,,, 😯

√ Karena lelaki yang dipuja oleh wanitanya biasanya tidak menyuruh menghentikan tangisan,,,
apa lagi bertanya buat apa nangis,,,
Lelaki yang akan dipuja wanitanya adalah,,,
dia yang menyediakan tempat paling nyaman untuk menangis sampai tuntas,,,
dibahunya,,,
disandarannya,,,

Bahayanya ini bila akhy sebagai lelaki tidak menangani tangisnya,,,
maka dia bisa jadi akan menangis pada lelaki lain,,,
Wanita itu selalu mencari telinga untuk mendengarkan curhatnya,,,
Kalau akhy tidak dengarkan curhatnya kelak,,,
maka dia akan cari telinga lain,,,
Maka ini adalah keterampilan penting bagi akhy,,,
para lelaki,,,

#sekedar_berbagi_maaf_jika_ada_salahkata
~°~°~°~°~°~°~°~°~°♥♥~°~°~°~°~°~°~°~°~°~